Perencanaan Kota dan Regional
Posted by Tia pada Mei 17, 2009
Perencanaan Kota dan Regional
Peter Hall
1. Perencanaan, perencana dan rencana
Perencanaan sebagai sebuah kegiatan umum adalah melakukan urutan tindakan yang teratur yang mengarah pada pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan yang ditetapkan.
Penerapan pada perencanaan kota dan regional
Perencanaan kota mengacu pada perencanaan dengan komponen ruang atau geografis, dimana tujuan umumnya adalah untuk memberikan struktur ruang kegiatan (atau penggunaan lahan) yang lebih baik. Dengan kata lain, perencanaan kota (atau perencanaan regional) merupakan kasus khusus perencanaan umum yang meliputi komponen pembuatan rencana atau simbol ruang.
“Perencanaan” sebagai sebuah kegiatan
Pendidikan perencanaan dipandang sebagai pendidikan dalam membuat rencana fisik, bukan pendidikan dalam metode perencanaan. Sejalan dengan perkembangan teknologi, sistem informasi saat ini banyak digunakan dalam proses perencanaan. Sistem informasi juga mempengaruhi cara perencana berpikir tentang pekerjaan mereka dan cara mereka menghasilkan rencana-rencana. Ini memunculkan ide baru perencanaan sebagai serangkaian kontrol yang berkesinambungan terhadap pembangunan wilayah, dibantu dengan peralatan untuk menemukan model atau simulasi proses pembangunan sehingga kontrol ini dapat diterapkan.
Tujuan dalam perencanaan – sederhana dan rumit
Perencana harus mulai dengan pembahasan tentang apa yang akan mereka capai dan mereka harus terus melakukan pembahasan ini selama proses perencanaan. Perkembangan komputerisasi tidak membuat perencanaan menjadi lebih mudah, karena tanggung jawab membuat keputusan masih ada di tangan manusia.
Perencanaan ruang (perencanaan kota dan regional) merupakan perencanaan yang multidimensi dan multitujuan. Akibatnya tugas perencana kota dan regional lebih sulit dibandingkan dengan perencanaan lainnya. Ini disebabkan karena 1) jumlah informasi dan tenaga ahli yang dibutuhkan lebih banyak daripada kegiatan perencanaan lainnya dan 2) adanya kebutuhan untuk membuat dan kemudian mengukur tujuan-tujuan yang berbeda.
2. Sejarah: Pertumbuhan kota dari tahun 1800 sampai 1940
Perencanaan kota dan regional modern muncul sebagai jawaban terhadap masalah ekonomi dan sosial tertentu yang disebabkan oleh Revolusi Industri pada akhir abad ke delapan belas.
Perencanaan sebelum Revolusi Industri
Banyak kota di jaman kuno atau abad pertengahan direncanakan oleh penguasa atau kelompok pedagang; dan di antara kelompok ini, banyak yang memiliki rencana formal dengan unsur keteraturan geometris yang kuat.
Perkembangan terbesar dari perencanaan kota formal sebelum Revolusi Industri adalah di abad 17 dan 18 yang menghasilkan karya terbaik rancangan arsitektur seperti rekonstruksi Roma sepanjang akhir abad 16 dan awal abad 17 dan lain sebagainya. Sejarah perencanaan kota tersebut penting bagi perencana untuk memahami bagaimana generasi sebelumnya beradaptasi dengan kesempatan dan keterbatasan wilayah yang ada.
Dampak industrialisme
Revolusi industri selain menghasilkan penemuan teknologi baru juga memunculkan fenomena baru yaitu kota industri baru yang sebelumnya tidak ada. Akibatnya terjadi perpindahan penduduk dari daerah pertanian ke daerah industri. Penduduk yang pindah tersebut tidak memiliki pengetahuan tentang industri baru atau kebutuhan sosial dan teknis untuk hidup di kota. Meski industri di kota-kota tersebut memberikan banyak kesempatan ekonomi bagi angkatan kerja yang tidak terampil, namun pengaturan sosial di kota tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka akan tempat tinggal, pelayanan publik mendasar seperti air dan pembuangan limbah, atau pelayanan kesehatan.
Situasi ini tidak dapat diterima oleh masyarakat. Namun upaya reformasi sangat sulit karena tiga hal. Pertama, keinginan untuk bertindak. Kedua, pengetahuan untuk bertindak. Ketiga, kebutuhan akan perlengkapan administrasi yang efektif, termasuk keuangan, untuk melembagakan kontrol yang diperlukan dan menyediakan layanan publik; dan mereformasi pemerintah lokal yang tidak efektif.
Fenomena penyebaran kota
Penyebaran kota dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi, sosial dan teknologi terutama teknologi transportasi. Depresi ekonomi menyebabkan upah buruh murah. Perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan ekonomi menambah jumlah kalangan menengah yang dapat membeli rumah. Sedangkan perkembangan teknologi transportasi meningkatkan jangkauan perpindahan yang efektif, yang menyebabkan kota melebar lebih luas dibanding sebelumnya.
Reaksi terhadap penyebaran/perluasan kota
Perencana kota prihatin terhadap fakta bahwa pembangunan tidak dikontrol dengan perencanaan yang efektif yang memberikan dua dampak buruk. Pertama, pembangunan menggunakan lahan pedesaan (yang mayoritas adalah lahan pertanian) secara berlebihan. Kedua, pemukiman semakin jauh dari pusat kota, sedangkan pekerjaan ada di pusat kota. Akibatnya, kemacetan lalu lintas di kota terus bertambah dan perjalanan ke tempat kerja membutuhkan waktu yang lebih lama. Sehingga muncul gerakan untuk membatasi pertumbuhan kota melalui perencanaan yang positif.
3. Pengamat: pemikir awal dalam perencanaan kota, dari tahun 1880 sampai 1945
Pemikir perencanaan kota dibagi menjadi dua kelompok: kelompok Anglo-Amerika dan kelompok Eropa kontinental.
Tradisi Anglo-Amerika
Ebenezer Howard
Pemikir Anglo-Amerika yang paling berpengaruh adalah Ebenezer Howard (1850-1928). Bukunya Kota Taman Masa Depan adalah salah satu buku penting dalam sejarah perencanaan kota. Gagasan Howard dalam bukunya adalah menjauhkan industri dari kota, dan menggabungkan pekerjaan dan lingkungan dalam lingkungan yang sehat. Howard berpendapat bahwa tipe pemukiman baru – Kota Taman – dapat menggabungkan semua manfaat negara dengan cara lingkungan tanpa saling merugikan.
Raymond Unwin dan Barry Parker
Dua arsitek pertama yang merancang kota taman adalah Raymond Unwin (1863-1940) dan asistennya, Barry Parker (1867-1947). Unwin dan Parker mengembangkan beberapa modifikasi penting terhadap gagasan Howard dalam pamflet yang berjudul Kepadatan Tidak Menguntungkan. Unwin berpendapat bahwa perumahan tidak boleh terlalu padat. Perlunya membuka ruang publik yang berkaitan dengan jumlah orang, sehingga memelihara lahan dari kepadatan kota.
Clarence Perry, Clarence Stein dan H. Alker Tripp
Clarence Perry (1872-1944) mengembangkan gagasan unit lingkungan tetangga yang membantu orang mencapai rasa memiliki dengan masyarakat dan dengan tempat. Gagasan penting unit lingkungan tetangga yang dikembangkan Perry – seperti meletakkan pertokoan di sudut unit di persimpangan jalan raya – diterapkan perencana Inggris dalam pembangunan kota setelah Perang Dunia II.
Clarence Stein (1882-1975) mengembangkan konsep lingkungan tetangga lebih jauh. Prinsipnya bahwa wilayah pemukiman lokal perlu memisahkan jalur pejalan kaki dengan jalur lalu lintas mobil. Gagasan Perry dan Stein dikombinasikan oleh H. Alker Tripp (1883-1954) dalam bukunya Perencanaan dan Lalu Lintas Kota.
Patrick Geddes dan Patrick Abercrombie
Kontribusi Abercrombie pada teori dan praktek perencanaan Anglo-Amerika adalah memperluas perencanaan kota menjadi skala besar. Sumbangan Geddes (1854-1932) terhadap perencanaan adalah analisa terperinci dari pola pemukiman dan lingkungan ekonomi lokal.
Frank Lloyd Wright
Frank Lloyd Wright (1869-1959) mendasarkan pemikirannya pada premis sosial bahwa perlu untuk menjaga kehidupan pedesaan yang mandiri. Wright berpendapat tentang perlunya melakukan penyebaran pemukiman dan pekerjaan.
Tradisi Eropa
Perencanaan sebagai Tradisi di Eropa dimulai sejak Yunani Kuno.
Arturo Sorio y Mata
Arturo Sosio y Mata (1844-1920) mengusulkan untuk membangun kota linier di sepanjang jalur transportasi padat dan cepat dari kota-kota yang ada.
Tony Garnier dan Ernst May
Tony Garnier (1869-1948) menghasilkan rancangan untuk kota industri yang berupa pemukiman baru dengan industrinya sendiri dan perumahan di dekatnya.
Le Corbusier
Charles Edouard Jeanneret atau Le Corbusier (1887-1965) memiliki ide perencanaan dalam buku yang berjudul Kota Masa Depan dan Kota Bersinar. Idenya memiliki beberapa proposisi. Pertama, kota tradisional secara tradisional menjadi jenuh karena meningkatnya kemacetan di pusat kota. Kedua, kemacetan dapat dihilangkan dengan meningkatkan kepadatan. Ketiga, distribusi kepadatan dalam kota. Terakhir, bentuk kota baru dapat mengakomodasi sistem transportasi kota yang sangat efisien, yang menggabungkan jalur kereta api dan jalur lalu lintas darat di atas (jalan layang).
Putusan pada para peramal
Kesimpulan dari pendapat para perencana di atas adalah sebagai berikut. Hal pertama yang menjadi perhatian mereka adalah membuat cetak biru atau pernyataan tentang kota atau regional di masa depan yang mereka inginkan, dan kurang memperhatikan perencanaan sebagai proses berkesinambungan yang harus mengakomodasi kekuatan perubahan di dunia luar. Kedua, cetak biru mereka tidak memberikan alternatif. Ketiga, para perencana tersebut merupaka perencana fisik yang melihat masalah masyarakat dan masalah ekonomi secara fisik, dengan solusi fisik atau ruang yang berkaitan dengan penyusuna batu bata dan semen, baja dan beton di darat.
4. Penciptaan mesin perencanaan Inggris pasca perang dari tahun 1940 sampai 1952
Munculnya ‘masalah regional’
Perencanaan regional mengacu pada perencanaan ekonomi dengan pembangunan wilayah/kawasan yang mengalami masalah ekonomi serius seperti pengangguran dan pendapatan rendah dibanding negara lainnya. Perencanaan regional muncul akibat depresi ekonomi dunia pada tahun 1930an.
Komisi Barlow dan laporannya, 1937-40
Untuk mengatasi wilayah yang terkena depresi ekonomi, pemerintah Inggris membentuk komisi khusus yang berwenang menggunakan anggaran publik untuk memulihkan ekonomi, seperti Komisi Barlow yang memiliki kontribusi pada penanganan masalah yaitu menggabungkan masalah nasional/regional dengan masalah lain dan menyajikannya sebagai dua hal dari masalah yang sama.
Dalam laporannya tahun 1940 menunjukkan bahwa pertumbuhan industri dan penduduk pada masa perang terpusat pada wilayah yang kaya. Pola pertumbuhan industri didominasi oleh “efek struktural’.
Setelah Barlow
Laporan Barlow disampaikan pada pemerintah pada permulaan perang dan setelah perang upayanya mendapat perhatian masyarakat, dan keyakinan terhadap masa depan seperti yang direkomendasikan oleh Laporan Barlow.
Hasil Laporan Barlow mendorong banyaknya laporan komite dari tahun 1941 sampai 1947. Semua laporan tersebut yang berasal dari ahli atau tim perencanaan memberikan rekomendasi kepada pemerintah tentang berbagai aspek khusus perencanaan. Laporan tersebut –dibuat oleh komite yang diketuai oleh Scott, Uthwatt, Abercrombie, Reith, Dower, Hobhouse – meletakkan dasar sistem perencanaan kota dan regional di Inggris.
Laporan-laporan dasar
Scott dan Uthwatt
Laporan Scott berpendapat bahwa masyarakat harus membentuk sistem perencanaan yang merangkul wilayah pedesaan maupun perkotaan; dan sistem ini harus bertugas memelihara lahan pertanian.
Laporan Uthwatt menangani masalah pembangunan kota yang memiliki dua aspek yang berkaitan. Pertama, masalah kompensasi: kapan badan pemerintah harus wajib membeli lahan, untuk jalan raya atau sekolah, misalnya, apa tingkat kompensasi kepada pemilik lahan tersebut? Kedua, lahan yang tidak digarap harus dinasionalisasikan, harus dimiliki oleh negara, dan membayar kompensasi kepada pemilik lahan dengan nilai di masal lalu.
Abercrombie dan Reith
Laporan Abercrombie didasarkan pada penduduk London dan wilayah sekitarnya dan berusaha mencapai desentralisasi penduduk besar-besaran dari dalam, dari bagian terpadat ke wilayah luar.
Laporan Reith menyampaikan bahwa dalam membangun perkotaan baru, kebebasan untuk usaha dan energi manajerial harus diprioritaskan pada prinsip akuntabilitas demokratik. Jika kota baru terbentuk, maka merupakan waktu yang tepat untuk menyerahkannya pada masyarakat lokal untuk pengelolaan yang demokratis.
Dower dan Hobhouse
Laporan Dower dan Hobhouse menyetujui bahwa taman-taman harus dibangun di wilayah rekreasi dan memiliki karakter nasional; mereka harus dibangun untuk kesenangan masyarakat dan untuk tujuan konservasi sumber daya.
Peraturan Perundang-undangan
Ada beberapa undang-undang di Inggris yang mengatur masalah perencanaan kota, yaitu:
- Undang-Undang Distribusi Industri, 1945
- Undang-Undang Kota Baru, 1946, dan Undang-Undang Pembangunan Kota, 1952
- Undang-Undang Perencanaan Kota dan Negara, 1947
- Undang-Undang Taman Nasional dan Akses ke Pedesaan, 1949
Putusan tentatif
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, sistem bekerja dengan memberikan kekuatan kontrol negatif yang kuat kepada otoritas perencanaan lokal baru. Perencanaan positif yang baik akan dilakukan oleh berbagai badan pembangunan publik – otoritas lokal dan kota baru – yang berkaitan dengan penyatuan perencanaan dan pembangunan merupakan hal yang penting. Kedua, sistem membutuhkan koordinasi secara keseluruhan. Dalam hal ini, beberapa koordinasi dari atas sangat penting.
5. Perencanaan Nasional / Regional dari tahun 1945 sampai 2000
Kebijakan regional dan perubahan regional, 1945-80
Sepanjang periode 1945-1980, tujuan kebijakan perencanaan skala nasional/regional adalah menciptakan lapangan kerja. Yaitu untuk mengurangi tingkat pengangguran dan tingkat migrasi-keluar dari wilayah pembangunan. Ada beberapa tujuan kebijakan ekonomi regional yang meliputi efisiensi industri, meningkatkan produk regional bruto per pekerja atau per penduduk, meningkatkan distribusi pendapatan regional, dan lain-lain.
Ada dua alasan diadopsinya tujuan tersebut. Pertama, pengangguran lebih nyata daripada pendapatan rendah atau ketidakseimbangan pendapatan. Kedua, tidak adanya atau buruknya statistik yang mengukur kinerja regional.
Perubahan kebijakan, 1960-80
Sampai tahun 1960, terdapat stabilitas kerangka kebijakan ekonomi regional yang lebih baik, meski ada perubahan dalam cara yang digunakan. Kebijakan dan wilayah yang berkaitan tetap konstan meski ada perubahan kecil. Perbedaan antara wilayah pembangunan dan wilayah lainnya tetap mendasar. Meski sifat masalah regional mengalami perubahan, pemisahan baru terus muncul: antara kota lama dan kota-kota pinggiran kecil yang mandiri.
Pembalikan kebijakan besar tahun 1980an
Ada beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Inggris dalam masalah perencanaan kota dan regional sejak tahun 1980an. Kebijakan rekonstruksi radikal peta bantuan regional oleh pemerintahan Partai Konservatif. Sebagai ganti kebijakan regional, pemerintahan Thatcher menawarkan kebijakan kota yang ditargetkan pada masalah pusat kota yang mengalami kerugian dramatis dalam ketenagakerjaan akibat perubahan ekonomi struktural pada akhir 1970an dan awal 1980an, terutama kerugian industri manufaktur, pelabuhan dan fungsi pengelolaan barang lainnya. Sementara inisiatif kebijakan regional terus dikeluarkan oleh Komisi Eropa di Brussel. Pada akhir 1990an, pemerintahan Blair melakukan perubahan besar terhadap kebijakan regional, yang menghilangkan wewenang kebijakan dalam negeri termasuk pembangunan dan perencanaan.
Putusan pada kebijakan ekonomi regional, 1960-2000
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, bahwa periode setelah Perang Dunia II di Inggris, geografi ekonomi mengalami perubahan. Kedua, kebijakan regional memiliki dampak, tetapi terkadang dampak tersebut tidak diperlukan. Kebijakan regional tidak melihat munculnya perbedaan antara kota dan pedesaan. Ketiga, kebijakan regional menciptakan lapangan kerja yang tidak berlokasi di wilayah yang dibantu. Namun, secara proses keseluruhan, masalah regional sedikit lebih baik daripada tidak melakukan apapun.
6. Perencanaan kota dan wilayah kota dari tahun 1945 sampai 2000
Realita perubahan di Inggris
Salah satu perubahan yang mempengaruhi perencanaan kota di Inggris pertumbuhan penduduk yang mempengaruhi perencanaan kota yang akan dibuat di masa depan. Program perumahan, proyeksi kepemilikan mobil dan kebutuhan jalan raya, kebutuhan rekreasi dan dampaknya terhadap pedesaan.
Perencanaan tahun 1950an: kota versus kabupaten
Pada awal tahun 1950an, pemerintah Inggris menetapkan bahwa meski kota baru telah terbentuk, penekanan di masa depan merupakan kesepakatan antara otoritas lokal untuk mengembangkan kota yang ada. Pemerintah tidak mendukung pertumbuhan kota. Sebagai akibatnya, pada akhir 1950an adalah sejumlah persaingan perencanaan antara kota besar dan kabupaten di sekitarnya.
Studi regional utama tahun 1960an
Fokus studi regional di Inggris ada pada kawasan Tenggara yang meliputi dua aspek, yaitu pembangunan ekonomi yang lebih cepat di wilayah pembangunan dan upaya mengontrol dan menyalurkan pertumbuhan cepat di sekitar kota besar utama seperti London dan West Midlands.
Struktur regional baru dan reformasi pemerintah lokal, 1965-72
Dewan regional perencanaan ekonomi dibentuk dengan tujuan menangani perencanaan pembangunan ekonomi dalam hubungan dengan rencana ekonomi nasional. Perencanaan regional membutuhkan kerjasama pejabat pusat dan daerah. Untuk itu, pada tahun 1968, pemerintah Inggris membentuk Dewan Perencanaan yang meliputi pejabat pemerintah pusat dan daerah untuk menangani masalah perencanaan kota dan regional.
Perencanaan wilayah-kota dan pemerintah lokal, 1965-72
Masalah utama yang dihadapi dalam perencanaan wilayah-kota adalah perencanaan transportasi akibat makin meningkatnya arus lalu lintas akibatnya bertambahnya jumlah kendaraan. Untuk itu, pemerintah Inggris mengeluarkan berbagai kebijakan di antaranya Undang-Undang Perencanaan Tahun 1968 yang bertujuan mereformasi pemerintahan lokal agar dapat membuat perencanaan wilayah kota yang lebih baik.
Perencanaan untuk pertumbuhan: 1960an
Pada tahun 1960an, muncul penekanan baru pada rencana kebijakan pokok daripada alokasi penggunaan lahan; pentingnya rencana transportasi sebagai unsur utama perencanaan fisik; serta hubungan antara perencanaan wilayah-kota dan perencanaan ekonomi.
Awal 1970an: batas untuk pertumbuhan
Tahun 1972, kualitas lingkungan menjadi isu politik utama di seluruh dunia. Untuk itu, Inggris melakukan beberapa langkah antara lain: melakukan reorganisasi radikal terhadap suplai air dan layanan pembuangan limbah, ditambah dengan program yang menjanjikan untuk membersihkan sungai industri yang tercemar pada awal 1980an. Selain itu juga melakukan reorganisasi kompensasi dan prosedur pembangunan jalan untuk menjamin kualitas lingkungan yang lebih baik.
Akhir 1970an: munculnya masalah pusat kota
Masalah yang muncul di pusat kota pada akhir 1970an adalah kurangnya jumlah penduduk dan jumlah pekerjaan. Untuk mengatasi hal ini, salah satu cara yang ditempuh pemerintah Inggris adalah memberikan bantuan khusus kepada wilayah pusat kota, berupa penciptaan lapangan kerja, pembangunan pusat olahraga dan rekreasi.
Zona-zona usaha
Pada tahun 1979, pemerintah Thatcher memperkenalkan prinsip zona usaha, yaitu wilayah yang bebas dari kontrol perencanaan normal dan dimana perusahaan-perusahaan menikmati kebebasan selama sepuluh tahun dari pajak lokal (pajak properti) dan konsesi fiskal tertentu lainnya.
Perusahaan pembangunan kota
Kebijakan lain di masa pemerintah Thatcher dalam pembangunan kota adalah perusahaan pembangunan publik yang dibiayai oleh anggaran negara dan memiliki kekuasaan untuk melakukan pembangunan. Perusahaan pembangunan kota menggabungkan beberapa lokasi, menguasai lahan dan menyediakan lahan untuk pembangunan, menyediakan infrastruktur pembangunan, terutama jalan, serta meningkatkan lingkungan lokal.
Kebijakan lain
Selain perusahaan pembangunan kota, kebijakan pemerintah lainnya adalah hibah pembangunan kota dan hibah regenerasi kota, yang sejak 1988 digabungkan dalam bentuk hibah kota.
Perumahan pusat kota
Perubahan kebijakan perumahan pada pemerintahan Thatcher yaitu mengurangi program konstruksi perumahan publik sehingga dapat diserahkan kepada pihak swasta. Ini mendorong pembangunan yang pesat di pusat kota.
Perencanaan tahun 1990an: pencarian atas kebangkitan kota
Kebangkitan berlanjut sampai tahun 1990an, dimana London dan kota lainnya mengalami pertambahan penduduk setelah setengah abad mengalami penurunan. Namun hal ini memunculkan masalah baru dalam perencanaan kota. Untuk itu, pemerintah Inggris menerapkan berbagai kebijakan dalam pembangunan seperti regenerasi fisik, regenerasi kota, program proyeksi rumah tangga, dan sebagainya.
7. Perencanaan di Eropa Barat sejak 1945
Negara-negara Uni Eropa memberikan berbagai perbandingan bagi perencana. Di negara-negara Uni Eropa, hampir semua sistem bantuan regional diarahkan pada skema penciptaan lapangan kerja dan menekankan manufaktur daripada sektor ekonomi jasa.
Perencanaan Perancis pasca perang
Perancis memiliki penemuan yang mengagumkan dalam mengembangkan organisasi dan teknik baru perencanaan. Pada skala nasional/regional, Perancis telah mengembangkan aparat perencanaan yang tidak tertandingi di negara maju.
Sejak Perang Dunia II, situasi demografi Perancis mengalami revolusi. Penduduk tumbuh sangat cepat, dan terpusat pada wilayah perkotaan terutama Paris.
Pada tahun 1946, Perancis mengembangkan sistem perencanaan ekonomi yang tidak didasarkan pada kepemilikan negara terhadap semua sumber daya, tetapi pada ekonomi campuran dimana setengah total investasi ada di tangan swasta.
Pengalaman Jerman
Ciri geografi Jerman adalah pertentangan antara aglomerasi di satu pihak dan wilayah pedesaan terpencil di pihak lain. Tidak semua wilayah perkotaan sama makmurnya. Hampir semua upaya perencanaan pada tingkat nasional/regional diarahkan pada permasalahan wilayah pedesaan yang terpencil. Ada tiga jenis wilayah yang membutuhkan bantuan, yaitu: wilayah pembangunan, pusat pembangunan dan zona batas dengan bekas Eropa Timur.
Pusat pembangunan bertujuan untuk memberikan sistem dan pusat layanan yang mengikuti prinsip teori pusat: dipilih berdasarkan jumlah investasi lokal. Kebanyakan di wilayah pembangunan dan zona batas.
Dalam semua wilayah pembangunan, kebijakan yang diterapkan adalah membangun infrastruktur yang lebih baik terutama sarana komunikasi karena wilayah tersebut jauh dari jalur transportasi utama di sepanjang poros industri dan kota. Kebijakan lain adalah memberikan insentif keuangan, baik sebagai tunjangan investasi maupun hibah untuk membantu investasi swasta terutama pada industri.
Pembangunan regional di Italia
Inovasi utama Italia adalah hubungan skala besar nasional/regional daripada skala lokal kontrol perencanaan fisik.
Perencanaan wilayah-kota Skandinavia
Skandinavia memiliki tingkat konsentrasi penduduk dalam wilayah kota utama. Pada tahun 1990an, Kopenhagen dan Stockholm menerapkan konsep perencanaan transportasi sebagai dasar pembangunan jangka panjang: metro regional.
Belanda: Randstad dan pembangunan regional
Randstad merupakan contoh metorpolis polisentrik, yang memiliki kualitas yang tidak hanya fisik tetapi juga fungsional. Pemerintah terpusat di Den Haag; pelabuhan bisnis dan industri di Rotterdam, keuangan, turisme, dan budaya di Amsterdam; sedangkan pabrik kecil dan jasa lokal di sejumlah kota kecil.
Menyatukan Eropa: perspektif perencanaan ruang Eropa
Ada beberapa hal dari pengalaman negara-negara Eropa di atas. Pertama, mengenai perencanaan nasional/regional dan pertentangan wilayah pusat-wilayah pinggiran, dalam satu atau lain bentuk, terjadi di semua negara tersebut. Kedua, tentang skala nasional/regional mengenai ukuran yang digunakan negara-negara Eropa tersebut dalam menangani masalah.
Hal penting tentang Uni Eropa adalah bagaimana ia dan pendahulunya mengembangkan kebijakan regional bersama. Pada skala regional/lokal, semua negara ini menghadapi masalah berlanjutnya pertumbuhan wilayah metropolitan besar. Pertanyaan utama di tingkat Eropa adalah seberapa jauh dan dengan cara apa Strategi Pembangunan Ruang dapat mempengaruhi distribusi anggaran struktural. Penerapan strategi tersebut membutuhkan kesepakatan semua negara anggota untuk menetapkan tujuan kebijakan dan instrumen yang dapat digunakan untuk mencapainya. Ini meliputi kebijakan nasional tentang pembangunan regional dan perencanaan penggunaan lahan sebagai investasi infrastruktur.
8. Perencanaan di Amerika Serikat sejak 1945
Di masa pasca perang, Amerika memiliki sistem lembaga perencanaan dan ukuran perencanaan yang rumit. Lembaga perencanaan tersebut beroperasi pada dua tingkat yang berbeda: pertama, tingkat perencanaan pembangunan ekonomi nasional/regional; dan kedua, tingkat perencanaan pembangunan fisik regional/lokal.
Masalah pembangunan ekonomi
Masalah pembangunan ekonomi yang dihadapi Amerika adalah kemiskinan relatif – dibandingkan standar kemiskinan dunia, orang miskin di Amerika lebih baik keadaannya – yang dirasakan karena masyarakat Amerika memiliki standarnya sendiri. Kemiskinan ini terjadi dalam dua skala: pertama, tingkat regional dan kedua, tingkat lokal.
Alat pembangunan ekonomi
Sampai tahun 1960an, alat pembangunan ekonomi di Amerika dilakukan oleh pemerintah lokal, meski kebijakan dari pemerintah pusat. Untuk mengatasi masalah pembangunan ekonomi, pemerintah membentuk beberapa badan seperti Administrasi Pembangunan Wilayah (1961) dan Administrasi Pembangunan Ekonomi (1965) untuk mengatasi masalah pengangguran dan pendapatan.
Pertumbuhan dan perubahan Metropolitan
Akibatnya banyaknya kaum migran yang datang ke Amerika, mempengaruhi pembangunan di Amerika, terutama pembangunan perumahan, pusat perbelanjaan dan pabrik. Banyaknya kaum migran tersebut juga menimbulkan masalah kependudukan dan pendapatan, yaitu berupa kemiskinan di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menerapkan pajak tinggi. Pada tahun 1970an dan 1980an muncul dua solusi mengatasi masalah sosial: pertama, kemitraan publik-swasta dan kedua, membawa kota dan wilayah pinggiran menjadi hubungan yang lebih baik.
Kekuasaan perencanaan dan kebijakan perencanaan
Dalam hal kekuasaan perencanaan dan kebijakan perencanaan, pada tingkat atas, di Amerika Serikat terdapat badan pemerintah pusat untuk perumahan dan perencanaan: Departemen Perumahan dan Pembangunan Kota.
Urbanisme baru dan pertumbuhan cerdas
Pertumbuhan cerdas adalah mantra perencanaan Amerika tahun 1990an. Dimulai dengan cara sederhana pada awal 1970an, dengan program perencanaan dan manajemen pertumbuhan.
Kalangan urban baru berpendapat bahwa untuk bentuk kota yang berkesinambungan, berbeda dengan kota taman atau kota baru: rancangan yang skala manusia dan dapat dijalankan, dengan berbagai penggunaan lahan dan ruang publik yang baik.
Pertumbuhan cerdas juga menyarankan agar harus ada kontrol pertumbuhan negatif, terutama di batas pertumbuhan kota: garis yang membatasi metropolis yang didasarkan pada kapasitas lahan untuk memberi rumah bagi pertumbuhan penduduk.
Beberapa kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pertumbuhan kota di Amerika adalah adanya dampak pertumbuhan seperti polusi, homogenitas standar, penggunaan sumber daya alam yang sia-sia, dan sebagainya. Selain itu, berbagai program pembangunan tidak memberikan hasil yang memuaskan.
9. Proses Perencanaan
Perencanaan sistem versus perencanaan utama
Perencanaan ruang (perencanaan kota dan regional) merupakan bagian kegiatan perencanaan yang berhubungan dengan mengelola dan mengendalikan sistem kota dan regional. Perencanaan ini berbeda dengan pola perencanaan lama yang menggunakan konsep perencanaan utama yang kaku.
Perencanaan lama berhubungan dengan penetapan tujuan akhir yang diinginkan di masa depan. Konsep perencanaan baru atau perencanaan sistem merupakan ide interaksi antara dua sistem paralel, yaitu: perencanaan atau sistem pengendalian, dan sistem yang akan dikendalikan.
Tujuan, sasaran dan target
Perencanaan memiliki satu atau banyak sasaran. Hampir semua perencanaan kota dan regional memiliki banyak sasaran. Langkah pertama dalam proses perencanaan adalah mengidentifikasi tujuan yang akan dicapai, mengurutkan sesuai tingkat kepentingan, dan melihat sejauhmana hubungannya satu sama lain.
Meramal, membuat model dan merancang rencana
Setelah menetapkan tujuan dan target berdasarkan kinerja, perencana menganalisa sistem kota atau regional yang akan dikontrol. Tujuannya adalah membuat model untuk memahami dampak alternatif tindakan yang tersedia bagi mereka. Model merupakan deskripsi sistem untuk meramal masa depan.
Rancangan rencana dan evaluasi rencana
Proses merancang rencana dimulai ketika perencana membuat model. Setelah proses rancangan tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap alternatif untuk memperoleh solusi yang optimal.
Mengimplementasikan rencana
Setelah evaluasi alternatif, perencana dapat memilih serangkaian tindakan yang disukai untuk diimplementasikan.
Paradigma perencanaan baru
Salah satu paradigma baru dalam sistem perencanaan adalah tuntutan terhadap partisipasi publik dalam perencanaan, yaitu keterlibatan warga negara dalam membuat rencana untuk mereka sendiri.
vany berkata
its good info
thank for all