Sedang khawatir
Posted by Tia pada Januari 9, 2012
Hari ini ambil surat pindah.
Khawatir apakah di sana akan lebih baik.
Kondisi umum di sini baik. Di sana, aku belum tahu kondisinya.
Orang-orang di sini baik. Di sana, aku belum mengenal orang-orangnya.
Sedikit menyesal, mengapa aku bilang mau pindah.
Sekarang aku sangat khawatir.
Tapi, karena sudah bilang, maka mau tak mau aku harus pindah.
Aku harus terima resiko atas perbuatan dan perkataanku.
Mulai saat ini, aku sudah tidak ingin bicara. Hanya ingin bicara seperlunya. Lebih baik diam.
Tahun kemarin, aku terlalu banyak bicara. Akibatnya, aku sengsara. Menyesal tiada gunanya.
Dia adalah hal yang paling baik. Hal yang paling bijak.
Andaikan terjadi keajaiban supaya aku tidak harus pindah.
Aku ingin tetap di sini. Meski di sini kurang nyaman. Tapi aku ingin di sini.
Tapi jika harus pindah. Aku terima dengan ikhlas. Itu berarti takdirku harus bekerja di sana.
Mungkin di sana, aku bisa berubah.
Aku harus bisa menjaga ucapanku.
Lebih banyak mendengar, daripada berbicara.
Tidak ikut campur urusan orang lain.
Tidak emosional.
Menjadi pegawai yang penurut.